Lokasi Telah Ditetapkan, Mahulu Akan Bangun Bandara
(HM Jauhar Effendi menyerahkan SK penetapan Lokasi pembangunan Bandara di Mahulu)
SAMARINDA-Pemerintah Provinsi Kaltim melalui
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim HM. Jauhar
Efendi menyerahkan Surat Keputusan
(SK) penetapan lokasi pembangunan Bandar
Udara (Bandara) Ujoh Bilang Kabupaten Mahakam Ulu, kepada Pemkab Mahulu yang
diwakili Kepala Dinas Perhubungan Mahulu Toni Imang.
Jauhar Efendi mengatakan penetapan SK lokasi
pembangunan Bandara Ujoh Bilang merupakan yang kedua, yang pertama seluas 90
hektar dan yang kedua 160,5 hektar, sehingga total luas keseluruhan 250,5
hektar.
" Kita harapkan SK penetapan lokasi
pembangunan Bandara Ujoh Bilang Kabupaten Mahulu berjalan lancar sesuai apa yang diharapkan," kata
Jauhar Efendi kepada tim berita Biro Humasprov Kaltim, Usai penyerahan SK
lokasi pembangunan Bandara Mahulu, yang digelar di Ruang Tepian 2 Kantor
Gubernur Kaltim, Rabu (18/11/2020).
Terlait penyerahan SK penetapan lokasi
pembangunan Bandara Ujoh Bilang Mahulu, lanjut Juahar Efendi Pemprov Kaltim meminta kepada Badan Pertanahan
Nasional (BPN) untuk membackup proses ganti rugi pembebasan tanah dapat
berjalan lancar.
" Selain itu, kita berpesan kepada
Pemkab Mahulu segera mensertifikatkan lokasi tanah yang sudah menjadi milik
Pemkab Mahulu, supaya nanti dibelakang hari tidak terjadi persoalan-persoalan
dengan kepemilikan tanah, dan hal tersebut sejalan dengan arahan Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) bahwa aset-aser atau tanah-tanah milik pemeritah
daerah harus disertifikatkan," paparnya.
Menurut
Jauhar, pembangunan Bandara Ujoh Bilang Mahulu tentunya sudah
ditunggu-tunggu oleh warga masyarakat Mahulu, karena melihat posisi letak geografisnya yang berada diujung dan
modal transportasi udara belum ada, transportasi udara juga masih kurang, dan
hanya mengandalkan transportasi sungai.
Dan keberadaan Bandara Ujoh Bilang Mahulu
setelah selesai pembangunannya nanti menjadi harapan masyarakat Mahulu.
" Karena bandar udara (Bandara) merupakan salah satu simpul jaringan
transportasi sekaligus pintu gerbang kegiatan perekonomian suatu daerah,
pendorong serta penunjang kegiatan industri serta sektor perdagangan, termasuk
memutus keterisolasian suatu wilayah dengan daerah lainnya," ujarnya.
Jauhar menambahkan, ada 21 tahapan untuk
pembangunan suatu Bandara, untuk Bandara
Ujoh Bilang sekarang ini sudah memasuki 19 tahapan termasuk penetapan SK
lokasinya, dan direncanakan tahun 2023 sudah dimulai pembangunannya.
"Walaupun demikian kita harapkan proses
dan tahapan yang dilakukan Pemkab Mahulu bisa berjalan lancar, sehingga semakin
cepat semakin bagus juga, sehingga proses pembangunannya bisa cepat pula
dilaksanakan," tandas Jauhar Efendi.(mar/poskotakaltimnews.com)